Obat dan Terapi Kista, Mioma, Endometriosis, Benjolan Payudara dan Tumor Selain Operasi

Kista

Apakah Kista Itu ?

Kista merupakan suatu benjolan/tumor berisi cairan yang umumnya berbentuk seperti buah bertangkai.   Cairan kista bisa kental seperti gel (mukus), bisa juga cair (serous). Isi cairan bisa berupa air, darah, nanah atau  cairan coklat kental.

Sebenarnya kista bisa terjadi di bagian tubuh mana pun, dari paru-paru hingga usus. Namun, bila berbicara kista pada wanita, biasanya ada pada indung telur, lantaran itu dinamakan kista indung telur atau kista ovarium.

Kista di ovarium diproduksi oleh kelenjar-kelenjar yang ada di ovarium, yang tak bisa dikeluarkan. Akhirnya tertampung, dan makin lama makin besar,

Kista ovarium sering terjadi pada wanita di masa reproduksinya. Sebagian besar kista terbentuk karena perubahan kadar hormon yang terjadi selama siklus haid, produksi dan pelepasan sel telur dari ovarium.

Kista dapat bersifat jinak, dapat pula ganas.

Ovarium adalah salah satu organ reproduksi pada wanita yang berfungsi menghasilkan ovum (sel telur). Tempat pematangan sel telur juga terjadi di bagian ovarium. Ovarium juga mensekresikan hormon–hormon penting, seperti estrogen dan progesteron yang berperan dalam pengaturan siklus menstruasi. Wanita mempunyai sepasang ovarium berupa kelenjar berbentuk biji buah kenari yang terletak di kanan dan kiri uterus (rahim). Sepasang ovarium dapat menghasilkan 300.000 sel telur. Dari hasil penelitian, diketahui ada dua hormon yang penting untuk fungsi penuh ovarium yaitu FSH (Follicle-Stimulating Hormone) dan LH (Luteinizing Hormone).


Angka kejadian kista?

Kista ovarium sering terjadi pada wanita di masa reproduksinya. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan bahwa kista ovarium dapat terbentuk kapan saja, antara masa pubertas sampai menopause, bahkan selama kehamilan.

Sebagian besar kista terbentuk karena perubahan kadar hormon yang terjadi selama siklus haid, produksi dan pelepasan sel telur dari ovarium.


Sebutkan jenis-jenis Kista?

1. Kista fungsional.

Kista yang terbentuk dari jaringan yang berubah pada saat fungsi normal haid. Kista normal ini akan mengecil dan menghilang dengan sendirinya dalam kurun 2-3 siklus haid.

Terdapat 2 macam kista fungsional, yaitu :

a.Kista folikel.

Kista folikel timbul akibat dari folikel yang tidak berfungsi selama siklus menstruasi. Folikel adalah suatu rongga cairan yang normal terdapat dalam ovarium. Pada keadaan normal, folikel yang berisi sel telur ini akan terbuka saat siklus menstruasi untuk melepaskan sel telur. Namun pada beberapa kasus, folikel ini tidak terbuka, sehingga folikel tidak pecah atau melepaskan sel telur dan akhirnya menimbulkan bendungan carian yang nantinya akan menjadi kista.

Kista folikuler biasanya tidak berbahaya, jarang menimbulkan nyeri dan sering hilang dengan sendirinya antara 2-3 siklus haid. Kista folikel berbentuk kecil sehingga biasanya tidak menimbulkan gejala apa-apa, kecuali jika pecah atau terpelintir, dapat menimbulkan gejala terasa kaku dan sakit hebat di daerah perut bagian bawah seperti serangan appendicitis (radang usus buntu). Kista ini biasanya ditemukan secara tidak sengaja saat dokter melakukan pemeriksaan USG. Tipe folikuler merupakan tipe kista yang paling banyak ditemukan.

b. Kista lutein.

Akibat perubahan hormon, folikel dapat berubah menjadi korpus luteum dan mengeluarkan sel telur untuk kemudian dibuahi, lalu korpus luteum berdegenerasi (hancur sendiri dan diserap tubuh). Hal ini normal. Tetapi, kadang kala setelah sel telur dilepaskan, lubang keluarnya tertutup dan jaringan-jaringan mengumpul di dalamnya, menyebabkan korpus luteum membesar dan menjadi kista.

Kista ini biasanya hilang dengan sendiri dalam beberapa minggu, tetapi kista ini dapat tumbuh hingga berdiameter 4 inchi (10 cm) dan berpotensi untuk berdarah dengan sendirinya atau mendesak ovarium yang menyebabkan nyeri panggul atau perut. Jika kista ini berisi darah, kista dapat pecah dan menyebabkan perdarahan internal dan nyeri tajam yang tiba-tiba.

Beberapa kista lutein sering terjadi saat kehamilan. Kista ini tidak berbahaya, tidak perlu diangkat apabila tidak mengganggu janin, tetapi membutuhkan pengawasan khusus. Kista ini akan mengecil atau hilang dengan sendirinya seiring dengan bertambahnya usia kehamilan.

Ada beberapa tipe kista lutein, diantaranya adalah:

b.1 Kista granulosa lutein.

Kista granulosa lutein terjadi dalam korpus luteum ovarium yang fungsional. Kista ini bisa membesar, akibat dari penimbunan darah yang berlebihan saat fase perdarahan dari siklus menstruasi dan bukan akibat dari tumor. Kista ini timbul pada permulaan kehamilan dan diameternya bisa mencapai 5-6 cm yang menyebabkan rasa tidak enak di daerah panggul. Apabila pecah, terjadi pendarahan pada satu sisi rongga perut. Pada wanita yang tidak hamil, kista ini akan membuat menstruasi terlambat yang diikuti dengan perdarahan yang tidak teratur.

b.2 Kista theca lutein.

Kista theca lutein berisi cairan bening dan berwarna seperti jerami. Timbulnya kista theca lutein berkaitan dengan tumor indung telur dan terapi hormon.

2. Kista dermoid.

Kista ovarium yang berisi ragam jenis jaringan misal rambut, kuku, kulit, gigi dan lainnya. Kista ini dapat terjadi sejak masih kecil, bahkan mungkin sudah dibawa dalam kandungan ibunya. Kista ini biasanya kering dan tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat menjadi besar dan menimbulkan nyeri.

3. Kista endometriosis.

Kista yang terbentuk dari jaringan endometriosis (jaringan mirip dengan selaput dinding rahim yang tumbuh di luar rahim) menempel di ovarium dan berkembang menjadi kista. Kista ini sering disebut juga sebagai kista coklat endometriosis karena berisi darah yang mengental dan membeku, sehingga bewarna coklat-kemerahan. Kista ini berhubungan dengan penyakit endometriosis yang menimbulkan nyeri haid dan nyeri sanggama.

4. Kistadenoma.

Kista yang berkembang dari sel-sel pada lapisan luar permukaan ovarium, biasanya bersifat jinak. Kistadenoma dapat tumbuh menjadi besar sehingga berpotensi untuk ganas dan mengganggu organ perut lainnya dan menimbulkan nyeri.

5. Kista polikistik.

Di sini, ovarium berisi banyak kista yang terbentuk dari bangunan kista folikel yang menyebabkan ovarium menebal yang disebabkan oleh gangguan hormonal, terutama hormon androgen (hormon yang dipunyai oleh laki-laki dalam jumlah banyak. Pada wanita, normalnya hormon ini dalam jumlah sedikit) yang berlebihan.

Kista ini membuat ovarium membesar dan menciptakan lapisan luar tebal yang dapat menghalangi terjadinya ovulasi (pematangan sel telur), sehingga sering menimbulkan masalah infertilitas (ketidakmampuan memiliki anak setelah hubungan seksual dengan teratur walaupun tidak menggunakan alat kontrasepsi dalam jangka waktu paling tidak selama satu tahun). Kista ini menyebabkan menurunnya siklus menstruasi dan terjadi ketidaksuburan.

6. Jenis kista-kista ovarium yang lainnya.

Misalnya : kista inklusi germinal, kista Stein-Leventhal, kistoma ovarii simpleks, dan lain-lain.

Apa Penyebab Kista?

Kista ovarium terbentuk dari berbagai macam sebab (penyebab persisnya belum diketahui). Penyebab inilah yang nantinya akan menentukan tipe dari kista.

Sebagian besar kista terbentuk karena perubahan kadar hormon (hormon pada hipotalamus, hipofise dan indung telur itu sendiri) yang terjadi selama siklus haid, produksi dan pelepasan sel telur dari ovarium.

Walaupun penyebab utama belum diketahui namun dengan mengetahui faktor resikonya kita dapat melakukan usaha agar bisa meminimalkan kejadian kista

Apa faktor pemicu terjadinya Kista


Penyebab Kista memang belum diketahui secara pasti, tapi faktor pemicu terjadinya kista bisa kita amati.

Faktor pemicu kista saat ini banyak sekali, di antaranya

1. Normalnya wanita memiliki keseimbangan antara hormon estrogen dan progesteron, namun dewasa ini banyak kasus dimana jumlah estrogen yang melebihi dari keseimbangan yang ada (disebut dominasi estrogen), dan ini bisa memudahkan tumbuhnya kista, mioma, dan kasus reproduksi lainnya. Baca artikel dominasi estrogen.

2. Polusi Udara. Pencemaran udara akibat debu dan asap pembakaran kendaraan atau pabrik. Asap kendaraan, misalnya, mengandung dioksin yang dapat memperlemah daya tahan tubuh, termasuk daya tahan seluruh selnya. Kondisi ini merupakan pemicu munculnya kista.

3. Keturunan. Kalau dalam satu keluarga ada kerabat dekat, seperti adik ibu, yang mengidap kista, mioma, endometriosis, maka anda mungkin mewarisi sifat yang sama.

4. Pola Makan. Makanan yang mengandung lemak tinggi pun bisa menjadi zat penyubur tumbuhnya kista. Itu terjadi karena adanya zat-zat lemak dalam makanan tersebut dapat dijadikan sumber estrogen jahat.

5. Kegemukan


Sebutkan Gejala Umum Kista?


Kebanyakan wanita yang mempunyai kista ovarium tidak menimbulkan gejala.

Gejala biasanya terjadi jika penderita telah mempunyai kista dalam waktu yang lama.

Gejala pada stadium awal umumnya sangat bervariasi dan tidak spesifik, yaitu berupa gangguan haid / menstruasi. Jika sudah membesar dan menekan rektum atau kandung kemih, dapat terjadi konstipasi atau sering berkemih. Dapat juga terjadi peregangan atau penekanan daerah panggul yang menyebabkan nyeri spontan atau nyeri pada saat bersenggama, bahkan dapat terjadi pendarahan.

Pada stadium lanjut, gejala yang terjadi berhubungan dengan adanya asites (penimbunan cairan dalam rongga perut) di dalam rongga perut, sehingga perut membuncit, kembung, mual, gangguan nafsu makan, gangguan buang air besar dan buang air kecil. Penumpukan cairan bisa juga terjadi pada rongga dada akibat penyebaran penyakit ke rongga dada yang mengakibatkan penderita sangat merasa sesak nafas.

Bagimana mediagnosa keberadaan kista?


Pemeriksaan kista ovarium dilakukan berdasarkan gejala dan tanda-tandanya. Pemeriksaan fisik dan beberapa jenis pemeriksaan laboratorium dapat membantu diagnosis dari beberapa tipe kista. Untuk mengkonfirmasi tipe kista ovarium, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan beberapa jenis pemeriksaan laboratorium, lalu melihat ovarium melalui USG, pemeriksaan patologi anatomi (PA), MRI, CT-Scan, laparoskopi atau melalui operasi. Apabila telah masuk pada stadium ganas, maka diperlukan pemeriksaan tumor marker.

Terdapat beberapa cara untuk menentukan apakah kista pada ovarium bersifat jinak atau ganas, yaitu :

Berdasarkan pemeriksaan fisik

Jinak bila:

    * Pergerakkan Mudah digerakkan (mobile)
    * Konsistensi / Isi Kistik
    * Terdapat hanya di 1 sisi atau 2 sisi tubuh
    * Permukaan Halus dan tidak berdungkul (smooth)

Ganas bila:

    * Pergerakkan  Sulit digerakkan (fixed / menetap)
    * Konsistensi / Isi Padat (solid)
    * Terdapat di  1 sisi tubuh 2 sisi tubuh
    * Permukaan Berdungkul-dungkul

Berdasarkan hasil radiografi

Jinak bila:

    * Kista sederhana dengan ukuran kurang dari 10 cm
    * Tebal sekat kurang dari 3 mm
    * 1 sisi
    * Tidak membentuk massa di perut

Ganas bila:

    * Tumor solid (padat) atau campuran
    * Banyak sekat dan tebal sekat (dinding) lebih dari 3 mm
    * 2 sisi
    * Membentuk massa di perut (asites)

Berdasarkan pemeriksaan patologi anatomi (PA) sel-selnya

Jinak

    * Tidak ada perlekatan sehingga mudah digerakkan (mobile)
    * Kapsul (pembungkus) kista utuh

Ganas bila:

    * Ada perlekatan sehingga sulit digerakkan (fixed)
    * Kapsul (pembungkus) kista tidak utuh / pecah / rupture


Bagimana menangani kista?

Pengobatan tergantung pada tipe dan ukuran kista serta usia penderita.

Untuk kista folikel, kista ini tidak perlu diobati karena akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1-3 bulan. Tetapi tetap harus dikonsultasikan pada dokter.

Untuk kista lutein golongan granulosa lutein, yang sering terjadi pada wanita hamil, akan sembuh secara perlahan-lahan pada masa kehamilan semester ketiga, sehingga jarang dilakukan operasi. Sedangkan untuk golongan teka lutein, maka akan menghilang secara spontan jika faktor penyebabnya telah dihilangkan.

Untuk Kista polisistik indung telur yang menetap / persisten, operasi harus dilakukan untuk mengangkat kista tersebut agar tidak menimbulkan gangguan dan rasa sakit.

Untuk kista fungsional, dapat digunakan pil kontrasepsi yang digunakan untuk mengecilkan ukuran kista. Pemakaian pil kontrasepsi juga mengurangi peluang pertumbuhan kista.

Bagi wanita yang menjalani operasi kista ovarium, sebaiknya tidak melakukan hubungan seksual dalam masa penyembuhan.

Akan tetapi, jika kista cepat membesar, tidak menghilang setelah dilakukan beberapa terapi, terasa nyeri, dan diderita oleh wanita yang sudah masuk menopause, maka dokter akan melakukan pembedahan yang dapat sampai mengangkat seluruh peranakan (histerectomy).

Selain terapi diatas , ada juga langkah-langkah terapi dengan obat atau produk alternatif alami, yang kini mulai tersedia dipasaran

Bagimanana Tingkat Kesembuhan Kista?

Kista seringkali kambuh walaupun sudah dilakukan operasi, hal ini karena penyebab utama kista belum tertangani dengan baik. Oleh karena penyebabnya belum diketahui secara persis , maka faktor pemicu terjadinya kista perlu diminimalisasi.

Apakah Tindakan Pecegahan Kista?

Sebagai wanita seharusnya dapat mencegah agar dirinya tidak mempunyai kista dalam peranakannya.

Upaya yang dapat dilakukan adalah :

1. Menghindari atau membatasi faktor pemicu terjadinya kista. Baca di Dominasi Estrogen.

2. Mengetahui secara dini penyakit ini, sehingga penderita tidak memasuki stadium yang terlalu berbahaya dan pengobatan yang diberikan masih memberikan hasil yang baik dengan komplikasi yang minimal. Upaya tersebut adalah dengan melakukan pemeriksaan secara berkala yang meliputi :

   1. Pemeriksaan klinis ginekologik untuk mendeteksi adanya kista atau pembesaran ovarium lainnya.
   2. Pemeriksaan USG, bila perlu dengan alat Doppler untuk mendeteksi aliran darah.
   3. Pemeriksaan petanda tumor (tumor marker)
   4. Pemeriksaan CT-Scan / MRI bila dianggap perlu

Pemeriksaan diatas sangat dianjurkan terutama terhadap wanita yang mempunyai resiko akan terjadi kanker ovarium, yaitu :

   1. Wanita yang haid pertama lebih awal dan menopause lebih lambat
   2. Wanita yang tidak pernah atau sulit hamil
   3. Wanita dengan riwayat keluarga menderita kanker ovarium
   4. Wanita penderita kanker payudara dan kolon

Jadi, bagi para wanita, bila terdapat gangguan-gangguan yang berhubungan dengan organ-organ reproduksi Anda, seperti siklus menstruasi yang tidak teratur dan lainnya, segera perisakan diri Anda kepada dokter dan jagalah tubuh Anda, terutama peranakan Anda agar Anda tidak mengalami momok yang hampir semua wanita sangat menakutinya dengan melakukan pemeriksaan secara rutin organ reproduksi  kepada dokter Anda.


Apakah ada obat alternatif untuk kista?

Secara medis, kista ditangani dengan pemberian obat-obatan hormonal dan operasi.  Setelah dilakukan tindakan diatas bukan berarti masalah kista sudah selesai, pada beberapa kasus mioma uteri dapat tumbuh kembali, dan pada beberapa kasus pemberian obat atau tindakan diatas mengundang juga efek samping kesehatan.

Langkah selain pemberian obat-obatan atau tindakan operasi, adalah dengan pemberian produk alternatif alami bisa berasal dari herbal atau formulasi lainnya.Produk seperti ini bisa diberikan bersamaan dengan obat-obatan medis atau juga diberikan terpisah, untuk upaya pencegahan, pengobatan atau terapi.

Kami memiliki produk yang secara empiris mampu membantu mengatasi masalah kista. Produk tersebut diantaranya adalah Hydroxygen Plus.

5 Alasan Mengapa Anda Perlu Mempertimbangkan Hydroxygen Plus sebagai terapi alternatif untuk membantu mengatasi masalah kista

1. Hydroxygen Plus membuang sampah penyebab dominasi estrogen yang diduga kuat sebagai biang keladi penyebab atau pemicu masalah kista

2. Dr. Gary J. Shima dari Health and Longevity Institute , USA , melakukan uji Hydroxygen Plus pada manusia, dan hasilnya Hydroxygen Plus memperbaiki profil kolesterol. Tahukan anda kolesterol didalam tubuh merupakan bahan pembuatan hormon seks (estrogen), dengan diperbaiki profil/tingkatnya maka kelebihan estrogen dapat
diminimalisasi.

3. Hydroxygen Plus memiliki fungsi antioksidan dengan menyumbang nascent oxygen (oksigen negatif) didalam melawan radikal bebas. Berbagai ahli meyakini bahwa lebih dari 50 jenis penyakit terkait dengan tingginya radikal bebas termasuk masalah kanker atau sel yang tumbuh tidak sebagaimana mestinya (tumor/sel ganas).

4. Hydroxygen Plus menyediakan beragam nutrisi bioaktif yang akan membantu memperbaiki fungsi hati. Hati bertanggung jawab didalam pembuatan hormon, bila hati bagus maka proses sintesa dan perombakan hormon (estrogen) menjadi baik.

5. Hydroxygen memberikan oksigen secara time release. Menurut peraih hadiah nobel "dr. Otto Warburg" kanker /keganasan tidak tumbuh dilingkungan kaya oksigen. Maka tak heran kini banyak pengobatan yang menggunakan media terapi oksigen.

Selain Hydroxygen Plus kami juga memiliki produk lain dalam rangka menyehatkan organ reproduksi sehingga meminimalkan resiko terkena kista

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar